Selasa, 24 September 2013

CARA MEMBUAT HALAMAN LOGIN DAN REGISTRASI


  Langkah pertama, anda harus membuat file  "Config.php". File ini berfungsi menghubungkan script yang anda buat dengan database. Isi dari file "config.php" ini dapat anda lihat di bawah
  • <?php
    $server = "localhost"; // server web anda.
    $database = "mydata"; // nama dari database yang anda buat.
    $db_user = "myusername"; // username dari mysql anda.
    $db_pass = "mypassword"; // password untuk mengakses mysql anda tersebut.
    $table = "users"; //nama table yang akan dibuat di database.
    ?>


    Simpan file tersebut di root web anda. 
    Setelah selesai, anda dapat melanjutkan pada tahap yang kedua.
  • Buat file dengan nama "create.php". File ini berfungsi menjalankan perintah query database dalam pembuatan table signup dan login ini. Isi dari file ini dapat anda lihat dibawah.<?php
    include ("config.php");
    // konek ke server MYSQL
    $link = mysql_connect($server, $db_user, $db_pass)
    or die ("Could not connect to mysql because ".mysql_error());
    // pilih database
    mysql_select_db($database)
    or die ("Could not select database because ".mysql_error());
    // bikin tabel di database
    $create = "create table $table (
    id smallint(5) NOT NULL auto_increment,
    username varchar(30) NOT NULL,
    password varchar(32) NOT NULL,
    PRIMARY KEY (id),
    UNIQUE KEY username (username)
    );";
    mysql_query($create)
    or die ("Could not create tables because ".mysql_error());
    echo "Mangstabs!!sekarang lanjut ke tahap yang ketiga";
    ?>
     
  • Sekarang anda perlu membuat form yang digunakan pengunjung untuk sign up dan berikan nama "register.html". File yang anda buat ini boleh berupa halaman HTML biasa yang nantinya akan terhubung pada script php yang nantinya anda akan buat. Untuk percobaan yang sederhana, anda dapat meng-copy script di bawah pada halaman baru Dreamweaver.
<html><head>
<title>REGISTRASI MEMBER</title>
</head><body>
<form action="register.php" method="post">
Pilih Username: <input type="text" name="username" size="20"><br>
Pilih Password: <input type="password" name="password" size="20"><br>
<input type="submit" value="Sign Up">
</form>
</body></html>
  • Setelah itu buat file dengan nama "register.php". File ini akan berfungsi sebagai perantara yang menghubungkan file register.html diatas dengan database yang sudah anda buat. Untuk isi dari file "register.php dapat anda lihat dibawah.
<?php
include("config.php");
// konek ke server MYSQL
$link = mysql_connect($server, $db_user, $db_pass)
or die ("Could not connect to mysql because ".mysql_error());
// pilih database
mysql_select_db($database)
or die ("Could not select database because ".mysql_error());
// cek kesamaan username
$check = "select id from $table where username = '".$_POST['username']."';";
$qry = mysql_query($check) or die ("Could not match data because ".mysql_error());
$num_rows = mysql_num_rows($qry);
if ($num_rows != 0) {
echo "Maaf, username $username sudah ada yang punya<br>";
echo "<a href=register.html>Anda belum beruntung, silakan dicoba kembali</a>";
exit;
} else {
// masukkan data
$insert = mysql_query("insert into $table values (’NULL’, '".$_POST['username']."',
'".$_POST['password']."')")
or die("Could not insert data because ".mysql_error());
// tampilkan pesan sukses
echo "Akun Anda Telah Selesai Dibuat!<br>";
echo "Sekarang anda bisa <a href=login.html>Login sebagai member web Cyber4rt</a>";
}
?>
  • Sekarang anda perlu membuat form member untuk Login. Beri file ini dengan nama "login.html". Isi dari file ini yaitu sebagai berikut :<html><head>
    <title>MEMBER LOGIN</title>
    </head><body>
    <form action="login.php" method="post">
    Username: <input type="text" name="username" size="20"><br>
    Password: <input type="password" name="password" size="20"><br>
    <input type="submit" value="Log In">
    </form>
    </body></html>
  • Sekarang anda perlu membuat file yang akan menghubungkan file login.html dengan database, berikan nama file ini dengan "login.php". Script-nya dapat anda lihat dibawah.<?php
    include("config.php");
    // konek ke server MYSQL
    $link = mysql_connect($server, $db_user, $db_pass)
    or die ("Could not connect to mysql because ".mysql_error());
    // pilih database
    mysql_select_db($database)
    or die ("Could not select database because ".mysql_error());
    $match = "select id from $table where username = '".$_POST['username']."'
    and password = '".$_POST['password']."';";
    $qry = mysql_query($match)
    or die ("Could not match data because ".mysql_error());
    $num_rows = mysql_num_rows($qry);
    if ($num_rows <= 0) {
    echo "Maaf, tidak ada username $username dengan password tersebut.<br>";
    echo "<a href=login.html>Coba lagi</a>";
    exit;
    } else {
    setcookie("loggedin", "TRUE", time()+(3600 * 24));
    setcookie("mysite_username", "$username");
    echo "Anda telah login!<br>";
    echo "Lanjutkan ke <a href=members.php>member</a> area.";
    }
    ?>
  • Perhatikan file tersebut pad baris ketiga paling bawah, disana berisi <a href=members.php>members.php ini adalah sebuah area yang hanya bisa dilihat oleh para member. Anda dapat membuat file members.php dengan kreasi sendiri. Sekarang saya akan menjelaskan script yang digunakan untuk mengecek cookie, apakah orang tersebut sudah login atau tidak. Simpan scipt ini di seluruh area members. Script-nya sebagai berikut :<?php if (!isset($_COOKIE['loggedin'])) die("Anda sedang tidak login! Silakan login terlebih dahulu");
    $mysite_username = $HTTP_COOKIE_VARS["mysite_username"];
    echo "Anda login sebagai $mysite_username.
    "; ?>
  • Akhirnya script yang terakhir yaitu script untuk logout. Script ini dapat dihubungkan dengan link pada html biasa. Link ini diletakkan pada area member. Lihat isi script-nya di bawah ini :<?php
    // masa aktif cookie
    setcookie ("loggedin", "", time() - 3600);
    echo "Anda sudah logout.<br>";
    echo "<a href=\"login.html\">Login</a>.";
    ?>

PENGERTIAN NTFS DAN VERSINYA



NTFS atau New Technology File System [1] , merupakan sebuah sistem berkas yang dibekalkan oleh Microsoft dalam keluarga sistem operasi Windows NT, yang terdiri dari Windows NT 3.x (NT 3.1, NT 3.50, NT 3.51), Windows NT 4.x (NT 4.0 dengan semua service pack miliknya), Windows NT 5.x (Windows 2000Windows XP, dan Windows Server 2003), serta Windows NT 6.x (Windows VistaWindows 7).
Sistem berkas NTFS memiliki sebuah desain yang sederhana tapi memiliki kemampuan yang lebih dibandingkan keluarga sistem berkas FAT. NTFS menawarkan beberapa fitur yang dibutuhkan dalam sebuah lingkungan yang terdistribusi, seperti halnya pengaturan akses (access control) siapa saja yang berhak mengakses sebuah berkas atau direktori, penetapan kuota berapa banyak setiap pengguna dapat menggunakan kapasitas hard disk, fitur enkripsi, serta toleransi terhadap kesalahan (fault tolerance). Fitur-fitur standar sebuah sistem berkas, seperti halnya directory hashingdirectory caching, penggunaan atribut direktori, dan atribut berkas tentu saja telah dimiliki oleh NTFS. Bahkan, Microsoft telah menambahkan kemampuan yang hebat ke dalam NTFS agar memiliki kinerja yang tinggi, lebih tinggi daripada sistem berkas yang sebelumnya semacam HPFS atau FAT, khususnya pada ukuran volume yang besar, tetapi juga tetap mempertahankan kemudahan pengoperasiannya. Salah satu keunggulan NTFS dibandingkan dengan sistem berkas lainnya adalah bahwa NTFS bersifat extensible (dapat diperluas) dengan menambahkan sebuah fungsi yang baru di dalam sistem operasi, tanpa harus merombak desain secara keseluruhan (perombakan mungkin dilakukan, tapi tidak secara signifikan).

Beberapa Fitur NTFS[sunting]

Bagian berikut akan memberikan informasi sedikit mengenai beberapa fitur NTFS:
  • NTFS dapat mengatur kuota volume untuk setiap pengguna (dalam NTFS disebut dengan Disk Quota).
  • NTFS mendukung sistem berkas terenkripsi secara transparan dengan menggunakan jenis beberapa jenis algoritma enkripsi yang umum digunakan.
  • NTFS mendukung kompresi data transparan yang, meskipun tidak memiliki rasio yang besar, dapat digunakan untuk menghemat penggunaan ruangan hard disk. Selain itu, NTFS mendukung pembuatan berkas dengan atribut sparse (berkas yang berisi banyak area kosong di dalam datanya) yang umumnya dibutuhkan oleh aplikasi-aplikasi ilmiah.
  • NTFS mendukung hard link (tautan keras) serta symbolic link (tautan simbolis) seperti halnya sistem berkas dalam sistem operasi keluarga UNIX, meskipun dalam NTFS, implementasinya lebih sederhana. Fitur symbolic link dalam NTFS diimplementasikan dengan menggunakan Reparse Point yang awalnya hanya dapat diterapkan terhadap direktori. Windows Vista mengizinkan penggunaan symbolic link terhadap berkas.
  • NTFS mendukung penamaan berkas dengan metode pengodean Unicode (16-bit UCS2) hingga 255 karakter. Berbeda dengan sistem berkas FAT yang masih menggunakan pengodean ANSI(8-bit ASCII) dan hanya berorientasi pada format 8.3. Penggunaan nama panjang dalam sistem berkas FAT akan menghabiskan lebih dari dua entri direktori. Tabel di bawah ini menyebutkan karakteristik perbandingan antara NTFS dengan sistem berkas FAT32 dan FAT16.
  • NTFS memiliki fitur untuk menampung lebih dari satu buah ruangan data dalam sebuah berkas. Fitur ini disebut dengan alternate data stream.
Tabel Perbandingan Karakteristik NTFS dengan FAT32 dan FAT16
KarakteristikNTFSFAT32FAT16
Jumlah berkas dalam satu volume232-1 berkas228 berkas228 berkas
Berkas atau subdirektori setiap direktoriTidak terbatas216-2 berkas atau direktori216-2 berkas atau direktori
Kompatibilitas dengan sistem operasi DOSTidakTidakYa
Dapat dual-booting dengan Windows 95/98TidakYa (Windows 95 OSR 2.0 ke atas)Ya (Semua versi)
Kompresi data transparanYaTidakTidak
Enkripsi TransparanYa (versi 3.0 ke atas)TidakTidak
Penetapan kuota ruangan untuk tiap penggunaYaTidakTidak
Ukuran berkas maksimum264 - 1 byte232 - 1 byte232 - 1 byte
Ukuran cluster minimum512 bytes (1 sektor)512 bytes (1 sektor)512 bytes (1 sektor)
Ukuran cluster maksimum64 KB (128 sektor)64 KB (128 sektor)64 KB (128 sektor)
Ukuran partisi maksimum232 cluster4,177,198 cluster2 Gigabyte (bisa sampai 4 Gigabyte pada Windows NT)
Jumlah berkas tiap partisi232 - 1 berkas228 berkas216 berkas
Jumlah direktori tiap partisiTidak Terbatas216 - 2 direktori216 - 2 direktori

Versi NTFS[sunting]

Selama 16 tahun perkembangan Windows NT (1991-2007), NTFS telah beberapa kali mengalami perbaikan fungsi dan fitur. Meskipun terjadi beberapa kali perbaikan fungsi dan fitur, antar setiap versi tersebut masih terdapat kompatibilitas yang sangat dibutuhkan oleh sistem-sistem lama. Berikut ini adalah beberapa versi NTFS:
  • NTFS versi 1.0 merupakan versi yang datang bersama dengan Windows NT 3.1. Versi ini menawarkan fungsi yang sangat dasar, tetapi sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan sistem berkas FAT yang saat itu telah digunakan.
  • NTFS versi 1.1 merupakan versi yang datang bersama dengan Windows NT 3.50. Versi ini menambahkan dukungan terhadap pengaturan akses secara diskrit (discretionary access control).
  • NTFS versi 1.2 merupakan versi yang datang bersama dengan Windows NT 4.0. Versi ini menambahkan dukungan terhadap auditing setiap berkas dan juga kompresi transparan.
  • NTFS versi 2.0 tidak dirilis secara umum, karena berbagai kendala yang dialaminya, yang tidak diumumkan oleh Microsoft (Microsoft menggagalkan proyek NTFS versi 2.0, dan langsung menginjak NTFS versi 3.0, mengingat banyaknya fitur yang ditambahkan ke dalam versi 3.0).
  • NTFS versi 3.0 merupakan versi yang datang bersama dengan Windows 2000. Versi ini menawarkan banyak peningkatan dibandingkan dengan versi sebelumnya. Di antaranya adalah penetapan kuota kepada setiap pengguna, Encrypting File System (EFS), sistem keamanan yang dapat diatur dari server pusat, fitur indeksasi terhadap properti dan isi setiap berkas, dan lain-lain. Selain itu, versi 3.0 juga menawarkan dukungan kepada struktur selain MBR (Master Boot Record), yakni GPT (GUID Partition Table) dan LDM (Logical Disk Management).
  • NTFS versi 3.1 merupakan versi yang datang bersama dengan Windows XP Service Pack 1 dan Windows Server 2003. Versi ini menawarkan perbaikan yang minor yang terjadi dalam versi sebelumnya (khususnya di bidang performa), dan juga penggantian algoritma enkripsi yang digunakan oleh EFS dari DESX atau 3DES menjadi AES-256.
Meskipun memiliki keunggulan dibandingkan dengan sistem berkas FAT, desain internal NTFS sebenarnya didasarkan pada struktur disk berbasis Master Boot Record, sama seperti halnya sistem berkas FAT16 atau FAT32. Dengan menggunakan struktur yang didasarkan atas penggunaan MBR untuk mengolah semua berkas yang dapat disimpan di dalam sebuah disk, maka perpindahan atau migrasi dari sistem berkas FAT menuju NTFS pun mudah dilakukan: hanya mengubah beberapa komponen sistem FAT menjadi NTFS saja. Selain itu, struktur MBR merupakan salah satu cara pengalokasian berkas-berkas dalam hard disk yang sangat populer dan paling umum digunakan, karena skema pengalokasian disk dengan MBR digunakan pada platform Intel x86. Ada lima buah program yang dapat digunakan untuk membuat sebuah volume NTFS, yaitu Disk Administrator (pada Windows NT 3.1, Windows NT 3.5 dan Windows NT 3.51, Disk Management snap-in (pada versi keluarga Windows NT 5.x), serta tiga buah utilitas yang berbasis command-line yaitu format.com (pada semua versi Windows NT), utilitas diskpart.exe, dan utilitas convert.exe.

D A S A R – D A S A R P E M R O G R A M A N W E B S I T E Menggunakan HT ML , PHP, dan MySQL




1). HTML adalah bahasa standar yang digunakan untuk
menyusun/membangun suatu halaman web.
Meskipun telah muncul software-software yang dapat digunakan untuk membangun suatu
halaman web tanpa susah-susah memperhatikan struktur HTML-nya, tidak ada salahnya
kalau HTML itu sendiri dipelajari. Manfaat yang diperoleh apabila mempelajari HTML
selain mampu membangun halaman web, juga dapat dikembangkan untuk pemrograman
web. Pemrograman web akan selalu terkait dengan HTML tersebut. Pemrograman web
biasanya dikembangkan untuk membangun web yang dinamis.
Setiap homepage yang dikunjungi, pasti bisa dijumpai HTML-nya yang selanjutnya disebut
SOURCE
.
A. Struktur HTML
Bahasa HTML (tag) dapat ditulis/dibuat melalui berbagai macam word editor, misalnya
Notepad, Wordpad, PHP Designer 2005, dll. Tag-tag tersebut dapat dituliskan dengan
huruf besar ataupun huruf kecil. Setelah tag HTML ditulis dengan menggunakan
Notepad atau word editor yang lain, simpanlah file tersebut dengan format file
nama_file.htm atau nama_file.html
Sebagai contoh, file HTML tersebut disimpan dengan nama index.htm atau index.html
Adapun struktur HTML adalah sbb:
<HTML>
<HEAD>
<META>
<TITLE> ... </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
...
</BODY>
HYPERTEXT MARKUP LANGUAGE (HTML)
By ITC Bidang Kemahasiswaan Universit as Negeri Semarang
1
</HTML>
Keterangan:
-
Tag HTML secara default dimulai dari <HTML> dan diakhiri dengan </HTML>.
-
Tag <HEAD> ... </HEAD> merupakan tag kepala sebelum badan. Tag kepala ini
akan terlebih dulu dieksekusi sebelum tag badan. Di dalam tag ini berisi tag
<META> dan <TITLE>. Tag <META> merupakan informasi atau header suatu
dokumen HTML. Atribut yang dimiliki oleh tag ini antara lain:
-
HTTP_EQUIV, atribut ini berfungsi untuk menampilkan dokumen HTML secara
otomatis dalam jangka waktu tertentu.
-
CONTENT, atribut ini berisi informasi tentang isi document HTML yang akan
dipanggil.
-
NAME, atribut ini merupakan identifikasi dari meta itu sendiri.
Tag <META> dalam suatu document HTML boleh ada maupun tidak.
Sedangkan tag <TITLE> ... </TITLE> adalah tag judul. Sebaiknya setiap halaman
web memiliki judul, dan judul tersebut dituliskan di dalam <TITLE> ... </TITLE>.
Judul ini akan muncul dalam titlebar dari browser.
-
Sedangkan tag <BODY> ... </BODY> adalah tag berisi content dari suatu halaman
web.
Setelah tag tersebut di atas ditulis, simpan dalam format .htm atau .html (misal
index.htm) akan tetapi terlebih dahulu ubah
Save as type
ke dalam
All Files
.
Kemudian tentukan letak direktori mana file tersebut akan disimpan, selanjutnya klik
Save
.
Selanjutnya document HTML tersebut dipanggil dengan browser untuk melihat
hasilnya.
Dari tampilan pada browser di atas, dapat terlihat bahwa apa yang ditulis pada
<TITLE> ... </TITLE> akan muncul pada titlebar browser dan apa yang ditulis pada
<BODY> ... </BODY> akan muncul pada halaman web.
Untuk selanjutnya, kita hanya akan memperhatikan tag-tag yang ada di dalam
<BODY> ... </BODY> karena bentuk tampilan/desain web tergantung pada tag yang
ditulis di dalam <BODY> ... </BODY>.
B. Penyunting Text
Berikut ini berbagai macam tag yang dapat digunakan untuk penyuntingan teks.
1. Heading
2. Garis horizontal
3. Teks miring
4. Teks tebal
5. Teks dengan garis bawah
6. Center
7.Center
8. Alignment (Rata kiri, tengah, kanan, justifikasi)
9. Jenis huruf
10. superscripts
11. Subscripts
12. List/daftar
Penjelasannya :
1. Heading
Fungsi: untuk membuat/memilih ukuran teks, umumnya untuk judul karena
ukurannya yang besar.
Sintaks:
<H1> ... </H1>,
<H2> ... </H2>,
<H3> ... </H3>, s/d
<H6> ... </H6>
Ket: Semakin besar angka 1 s/d 6 maka semakin kecil ukuran hurufnya.
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Penyuntingan teks dengan Heading</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Teks ini ditulis dengan H1</H1>
<H2>Teks ini ditulis dengan H2</H2>
</BODY>
</HTML>
Coba hasilnya Anda lihat di browser, selanjutnya bandingkan apabila digunakan
<H3>...</H3>, <H4>...</H4>, dst.
<BODY>
<H1><I>Teks ini ditulis dengan H1 dan miring</I></H1>
</BODY>
</HTML>
4. Teks tebal (bold)
Sintaks: <B> ... </B>
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Penyuntingan teks dengan bold</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1><B>Teks ini ditulis dengan H1 dan bold</B></H1>
</BODY>
</HTML>
Apabila diinginkan suatu teks miring dan tebal, perhatikan penulisan berikut ini.
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Penyuntingan teks dengan italic dan bold</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1><I><B>Teks ini ditulis dengan H1, miring dan tebal
</B></I></H1>
</BODY>
</HTML>
Penulisan <I>, <B> dan </I>, </B> bisa dibolak-balik, misalnya
<I><B>Teks ini ditulis dengan H1, miring dan tebal </B></I>
atau
<B><I>Teks ini ditulis dengan H1, miring dan tebal </I></B>
atau
<I><B>Teks ini ditulis dengan H1, miring dan tebal </I></B>
atau
<B><I>Teks ini ditulis dengan H1, miring dan tebal </B></I>
5. Teks dengan garis bawah (underlined)
Sintaks: <U> ... </U>
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Penyuntingan teks dengan underline</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1><U>Teks ini ditulis dengan H1 dan bergaris bawah</U></H1>
</BODY>
</HTML>
Apabila suatu teks dengan gabungan sifat bold, italic, dan underlined maka
penulisannya
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Penyuntingan teks dengan bold, italic, dan bergaris bawah
</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1><I><B><U>Teks ini ditulis dengan H1, bold, italic dan miring
</U></B></I></H1>
</BODY>
</HTML>
6. Center
Fungsi: membuat teks (tunggal) berada di tengah halaman
Sintaks: <center> ... </center>
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
Struktur SWITCH adalah
Switch(kondisi)
case
konstanta1
:
pernyataan1;
break;
case
konstanta2 :
pernyataan2;
break;
case
konstanta3 :
pernyataan3;
break;
.
.
.
default
:
pernyataan default;
Keterangan:
Pernyataan1
akan dijalankan apabila dipenuhi
kondisi = konstanta1
,
demikian pula untuk
pernyataan2
dan
pernyataan3
. Sedangkan apabila tidak ada
konstanta yang memenuhi kondisi, maka yang akan dijalankan adalah pernyataan
default
.
Perhatikan contoh script di bawah ini!
switch1.php
<?PHP
echo "<html><head><title>Contoh Switch 1</title></head><body>";
echo "<a href=$PHP_SELF?op=link1>ini adalah link1</a><br>";
echo "<a href=$PHP_SELF?op=link2>ini adalah link2</a><br>";
echo "<a href=$PHP_SELF?op=link3>ini adalah link3</a><br><br>";
switch ($op)
{
case "link1" :
c.
Do ... While ...
Sintaks:
DO
{
pernyataan1;
pernyataan2;
}
WHILE(kondisi);
Hampir sama dengan WHILE, namun perbedaannya adalah paling tidak sekali
pernyataan1
,
pernyataan2
, dst akan dijalankan.
Hal ini karena pengecekan
kondisi
berada di akhir, beda halnya dengan WHILE sebelumnya. Pada
WHILE sebelumnya, sebelum masuk perulangan dicek dulu apakah kondisinya
TRUE atau FALSE. Sedangkan pada DO ... WHILE, dikerjakan dulu baru
dicek.
Contoh:
Pernyataan WHILE dari script sebelumnya juga dapat dinyatakan sebagai DO
...
WHILE
loop3.php
<?PHP
echo "<html><head><title>Contoh DO... WHILE</title></head><body>"; $j = 1;
do
{
echo "<font face=verdana size=$j>Teks ini berukuran $j</font><br>"; $j++;
}
while($j<=7); echo "</body></html>";
?>
D.
Modulasi
Modularisasi dalam pemrograman umum dilakukan dan sangat diperlukan untuk
mempermudah debugging dan pengembangan program. Modularisasi berarti
melakukan pembuatan program berdasarkan modul-modul. Modul dapat berupa fungsi
maupun prosedur.
Dengan memiliki modul-modul ini diharapkan pemrogram dapat dengan mudah dan
cepat mengembangkan aplikasi-aplikasi yang dibutuhkan. Setiap kali ada modul
tambahan, pemrogram harus mengumpulkannya dalam suatu library menjadi
semacam koleksi. Sehingga saat dibutuhkan pemrogram cukup menggabung-
gabungkannya saja.
1.
Require
Require adalah suatu bentuk fungsi untuk menggabungkan suatu script PHP atau
teks dari file lain dengan script PHP yang memanggilnya. Script atau file yang
digabung tidak harus berisi script program PHP.
Teknik require cocok untuk membuat template yang memudahkan proses
pengembangan aplikasi dengan menggunakan template. Pemrogram dan desainer
web dapat dengan mudah melakukan kerja tim untuk membangun suatu situs web.
Contoh:
Diinginkan tampilan untuk halaman web yang kita bangun mempunyai konsistensi
pada layout, bahwa ada header dan footer, dan pada bagian tengah ada isinya.
Untuk itu kita dapat membagi untuk bagian header dan footer sebagai file tersendiri.
Setiap halaman yang akan ditampilkan dapat memanggil/menggabungkan header
dan footer ini dengan menggunakan require.
Header.php
<html>
<head><title>Demo Require</title>
</head>
<body>
<h1>Judul</h1>
Ini adalah contoh penggunaan require<BR>
Footer.php
<p>&nbsp;</p>
<hr>
<small>Copyright 2003 - By CV. Benang Ruwet</small>
</body>
</html>
isi.php
<?PHP
Require "header.php";
?>
<hr>
Selamat Datang
<p>
Bagian ini merupakan bagian isi I</p>
<a href=isi2.php>Klik di sini</a>
<?PHP
Require "footer.php";
?>
isi2.php
<?PHP
Require "header.php";
?>
<hr>
Selamat Datang
<p>
Bagian ini merupakan bagian isi II</p>
<a href=isi.php>Klik di sini</a>
<?PHP
Require "footer.php";
?>
2.
Include
Sintak : include(“header.php”);
isi3.php
<?PHP include ("header.php"); ?>
<hr>
Selamat Datang
<p>
Bagian ini merupakan bagian isi III</p>
<a href=isi.php>Klik di sini</a>
<?PHP include ("footer.php");
?>
Lalu enter, maka akan muncul ucapan selamat datang di MySQL monitor.
Setelah muncul, kita tinggal menggunakan bahasa MySQL untuk melakukan
pengelolaan database tersebut.
Sedangkan untuk OpenSUSE cara menjalankan nya sebagai berikut :
Klik START > Applications > System > Terminal Konsole;
Maka akan muncul jendela konsole seperti pada gambar;
Pada konsole ketikkan
simawa:~# mysql -uroot
Lalu tekan enter, maka akan muncul ucapan selamat datang di MySQL monitor
seperti gambar diatas.
Setelah muncul, kita tinggal menggunakan bahasa MySQL untuk melakukan
pengelolaan database tersebut.
B.
Pengelolaan MySQL
Database berfungsi sebagai tempat penyimpanan data, sehingga pengelolaan yang
dilakukan juga berkaitan dengan penyimpanan data yang meliputi : memasukkan data,
mengubah data, menampilkan data, dan menghapus data. Sebelum kita melakukan
pengelolaan data, tentunya kita harus merancang dahulu database serta atribut –
atribut penyimpanan yang meliputi : pembuatan databases, pembuatan tabel,
pembuatan query, penambahan query, hingga pemilihan database. Berikut kami
jelaskan secara sederhana :
1.
Perancangan Database
a.
Membuat Database
Dalam setiap server dimungkinkan memiliki database lebih dari satu, misalkan
database bem_km, database bem_fmipa, database bem_fip dansebagainya.
Cara membuat database-database tersebut kita gunakan script :
mysql > CREATE DATABASE bem_km;
Cobalah anda buat database sesuai dengan lembaga masing-masing
b.
Memilih Database
Setelah database dibuat, selanjutnya adalah memilih dan masuk dalam sistem
database yang telah kita buat. Untuk masuk ke dalam database script yang
digunakan adalah :
mysql > USE bem_km;
Nah sekarang kita telah masuk ke dalam database bem_km.
c.
Membuat Tabel
Setelah kita masuk ke dalam suatu database, selanjutnya kita membuat tabel.
Didalam tabel terdapat query, query berisi komponen – komponen data,
misalkan tabel data_anggota dengan query (komponen) : No, nama anggota,
nim anggota, alamat anggota, email anggota.
Tabel . Data anggota
No.
NAMA
NIM
ALAMAT
EMAIL
*)
*)
*)
*)
*)
*)
*)
*)
*)
*)
Keteranngan :
*) Data – data
Ketika membuat sebuah tabel, kita juga harus memberikan query di dalam tabel.
Cara membuat tabel di dalam database menggunakan script :
mysql > CREATE DATABASE data_anggota (
-->no int(255) not null auto_increment,
-->nama varchar(200),
-->nim int(13),
-->alamat text,
-->email varchar(200),
-->primary key(no));
Dari script diatas kita lihat terdapat tipe data int(13),text,varchar(200). Int
merupakan tipe data integer dengan banyaknya bilangan sebanyak 13 bilangan.
Text, merupakan tipe data text dengan maksimum data tidak dibatasi berapa
karakter. Sedangkan varchar merupakan tipe data karakter dengan pembatasan
maksimal sejumlah 200 karakter saja yang dapat disimpan.
Script not null berarti query tersebut tidak diperkenankan kosong, harus terdapat
data didalamnya, sedangkan auto_increment merupakan penomoran otomatis
oleh MySQL.
d.
Merubah Query
Terkadang kita ingin menambahkan satu query didalam tabel yang telah kita
buat sebelumnya. Cara menambahkannya menggunakan script :
mysql > ALTER TABLE data_anggota ADD tanggal_lahir text AFTER email;
Dengan menggunakan ini MySQL akan menambahkan satu query dengan
variabel tanggal_lahir dan ditempatkan setelah query email.
e.
Melihat database dan tabel
Untuk melihat database-database yang ada di server kita, digunakan script :
mysql > SHOW DATABASES;
Untuk melihat tabel-tabel yang ada di database kita, digunakan script :
mysql > SHOW TABLES;
2.
Pengelolaan Data
a.
Memasukkan data
untuk memasukkan data ketiklah script berikut :
mysql > INSERT INTO data_anggota (nama,nim,alamat,email,tanggal_lahir)
--> VALUES ('Heri Siswanto Bayu Nugroho',
--> '257523536', 'Banaran, Sekaran, Semarang',
'hsbn89@yahoo.co.id
',
--> '13 Juni 1989',);
b.
Menampilkan data
Untuk menampilkan data ketik script berikut :
mysql > SELECT*FROM data_anggota;
Maka akan muncul data seperti berikut :
c.
Mencari data
Untuk mencari data ketik script berikut :
mysql > SELECT*FROM data_anggota WHERE email like
--> 'hsbn89@yahoo.co.id';
Diatas merupakan script yang digunakan untuk mencari data anggota yang
memiliki alamat email
hsbn89@yahoo.co.id
.
d.
Merubah data
Untuk merubah data yang telah ada digunakan script :
mysql > UPDATE data_anggota SET email = 'hsbn89@plasa.com'
--> WHERE no like '1';
script diatas digunakan untuk mengganti data query email yang semula datanya
berisi
hsbn89@yahoo.co.id
kemudian diganti dengan email
hsbn89@plasa.com
sedangkan script WHERE no like '1' digunakan untuk mencari data mana yang
akan di ganti.
e.
Menghapus data
Untuk menghapus data digunakan script :
mysql > DELETE TABLE data_anggota WHERE no like '1';
C.
PHP MySQL
Dalam PHP telah tersedia fungsi untuk melakukan koneksi ke MySQL.
Sintaks:
mysql_connect("host","username","password");
fungsi tersebut akan mereturn/mengembalikan nilai TRUE jika koneksi ke MySQL
sukses dan akan mengembalikan nilai FALSE jika koneksi gagal.
Selanjutnya apabila koneksi telah berhasil, langkah berikutnya adalah memilih
database yang diperlukan.
Sintaks:
mysql_select_db("nama database");
Seperti halnya fungsi koneksi sebelumnya, fungsi select db juga akan mengembalikan
nilai TRUE jika nama database ditemukan dan FALSE bila database yang diinginkan
tidak ditemukan.
Fungsi lain yang diperlukan untuk mengakses database adalah mysql_query. Fungsi
tersebut adalah untuk menjalankan query yang kemudian akan diolah sehingga akan
dihasillkan data yang berkaitan dengan query tadi.
Sintaks:
$hasil = mysql_query("pernyataan query");
Fungsi tersebut akan menghasilkan nilai TRUE jika query sukses dijalankan. FALSE
jika query gagal dilakukan.
Apabila query yang diberikan berkaitan dengan pencarian record data, maka
selanjutnya hasil pencarian record tersebut diambil untuk kemudian di tampilkan
sebagai output.
Untuk mengambil record dari query, digunakan fungsi fetch_row.
Sintaks:
$array_hasil = mysql_fetch_row($hasil);
Fungsi di atas dihasilkan suatu array, dimana masing-masing elemen dari array
berkaitan dengan field pada database tersebut.
Contoh script:
Di bawah ini adalah script untuk membuat buku tamu dengan menggunakan database.
Script dibagi menjadi 3 pengelolaan, yaitu.
1.
Script untuk memasukkan input ke dalam database.
2.
Script untuk melihat database
3.
Script untuk
mengedit
masukan dalam database.
Sebelumnya, terlebih dahulu Anda buat modul untuk fungsi koneksi ke database.
Misal nama database nya adalah
guestbook
. Hostnya adalah
localhost
. Username
adalah
root
. Passwordnya kosong. Maka file modul untuk koneksi adalah sbb:
<?PHP
mysql_connect("localhost","root","");
mysql_select_db("bem_unnes");
?>
atau
<?PHP
$nama_host = "localhost";
$nama_user = "root";
$password = "";
$nama_db = "guestbook";
mysql_connect($nama_host,$nama_user,$password);
mysql_select_db($nama_db);
?>
Kemudian anda simpan modul tersebut sebagai file
koneksi.php
1.
Script untuk memasukkan input ke database.
input.php
<?PHP
If ($submit)
{
include "koneksi.php";
$query = "INSERT INTO bukutamu(nama,alamat,email,komentar) VALUES
('$nama','$alamat','$email','$komentar')";
$hasil = mysql_query($query);
if ($hasil)
{
echo "Input data sukses";
}
else
{
echo "Input data gagal";
}
}
else
{
echo "<form method=post action=$PHP_SELF>";
echo "Nama : <input type=text name=nama><br>";
echo "Email : <input type=text name=email><br>";
echo "Alamat : <input type=text name=alamat><br>";
echo "Komentar : <textarea name=komentar></textarea><br>";
echo "<input type=submit name=submit value=Kirim>
<input type=reset name=reset value=Hapus>";
echo "</form>";
}
?>
2.

Script
untuk
melihat data yang ada dalam database
lihat.php

<?PHP
include "koneksi.php";
$query = "SELECT nama,alamat,email,komentar FROM bukutamu";
$hasil = mysql_query($query);
echo "Daftar Buku Tamu<BR><HR><BR>";
while($data = mysql_fetch_row($hasil))
{
echo "Nama : $data[0]<br>";
echo "Alamat : $data[1]<br>";
echo "E-mail : $data[2]<br>";
echo "Komentar : $data[3]<br><hr><br>";
}
?>
3.
Script untuk menghapus dan mengedit data
Terlebih dahulu kita rancang tampilannya. Misal tampilan diinginkan seperti berikut
ID
NAMA
KOMENTAR
STATUS